BELAJAR DARI SASA, MENEMUKAN SOLUSI DENGAN BERTRANSFORMASI

Share this post:

BELAJAR DARI SASA, MENEMUKAN SOLUSI DENGAN BERTRANSFORMASI

Penulis : Budi Pranoto

Illustrator : Apri Kinos

“Kita hanya dipinjami beberapa waktu oleh kompetitor, sebelum pada akhirnya bisnis kita akan ditiru oleh kompetitor.”

Kalimat di atas adalah sebuah pengingat bagi para pelaku bisnis untuk senantiasa melakukan inovasi, sehingga kompetitor tidak memiliki waktu yang banyak untuk menyusul sebuah inovasi bisnis. Begitu juga dengan iklim bisnis di startup, tentu saja berjalan sangat dinamis dan pendiri startup harus secepat mungkin melakukan eksekusi terhadap ide yang sedang dikembangkan.

Selain disrupsi dari kompetitor, pelaku bisnis baik UKM, startup hingga korporat juga harus mampu menghadapi disrupsi dari perkembangan teknologi. Jika tidak, maka bisnis kita lambat laun akan segera tertinggal oleh kompetitor dan pada akhirnya ditinggalkan oleh pasar atau konsumen. Oleh sebab itu, bisnis yang kita jalankan harus adaptif dan solutif, yang artinya siap untuk bertransformasi menemukan solusi terbaik bagi pasar dan konsumen.

Nah, jika kita membahas soal transformasi dalam sebuah bisnis. Ada pembelajaran yang menarik dari salah satu jenama yang bergerak di bidang makanan dan bumbu yakni Sasa.

Sasa sudah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia dan terbukti mampu bertahan hingga saat ini serta telah menjelma menjadi jenama terkemuka di Indonesia.Lantas, apa saja hal menarik yang dilakukan oleh Sasa agar tetap relevan dan menjawab permasalahan konsumen?

1.  Fokus Dengan Perubahan Perilaku Target Pasar

Jika mengacu kepada data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi pasar dari kalangan Gen Z mencapai 27,9% dan kalangan Millennial sebanyak 25,87% maka Sasa mulai memperkenalkan dan mendekatkan diri melalui pendekatan yang lebih relevan dengan perilaku Gen Z dan Milenial.

Contoh yang menarik adalah papan iklan berikut ini.

Sumber: Rumah UKM

Pendekatan seperti inilah yang menjadikan Sasa lebih cepat diterima oleh target pasar sehingga persepsi-persepsi negatif yang menempel di Sasa perlahan menjadi sebuah keunikan tersendiri. Sasa berhasil melakukan banyak inovasi konten untuk audiens.

2.  Adaptif dengan Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 pasti membawa banyak dampak terhadap bisnis baik yang skala kecil maupun skala besar, tentunya hal ini juga berdampak terhadap Sasa. Akan tetapi, Sasa justru menjadikan pandemi sebagai katalisator dalam melakukan perubahan, dimulai dengan perubahan dari sistem, talenta dan banyak hal lainnya agar tetap bertahan di masa pandemi.

Sasa banyak melakukan digitalisasi dan otomatisasi yang mempermudah konsumen untuk mengenali hingga membeli produk-produk yang tersedia. Sasa tidak alergi dengan teknologi, justru menjadikan teknologi sebagai alat percepatan dalam bertumbuh.

3.  Inovasi Produk dan Strategi Branding

Sasa hadir dengan melakukan diversifikasi produk yang lebih sehat seperti santan yang mengandung omega 3 dan omega 6 sehingga lebih cepat mendapat kepercayaan dari target pasar Gen Z dan Millennial yang sudah sadar akan kesehatan dari bahan makanan yang di konsumsi.

Selain itu, strategi Co-Branding yang dilakukan oleh Sasa, menjadi penguat bahwa Sasa telah melakukan inovasi dengan produk-produk yang dihadirkan sehingga konsumen tidak perlu khawatir dengan isu-isu negatif yang dulu pernah melekat kepada produk Sasa.

Salah satu yang dilakukan oleh Sasa adalah bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) untuk meyakinkan konsumen bahwa produk Sasa aman untuk di konsumsi.

Nah dari 3 hal di atas, kita dapat belajar bahwa setiap bisnis harus siap dengan segala perubahan dan bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih relevan terhadap konsumen atau target pasar yang diincar.

Begitu juga dengan StepNesian yang sedang menjalankan startup, harus adaptif dan secepatnya menemukan solusi untuk permasalahan yang terjadi ya!

Referensi :

https://swa.co.id/swa/business-update/sasa-inti-melakukan-transformasi-dengan-hati

https://www.inews.id/lifestyle/health/sasa-inti-melakukan-transformasi-dengan-hati

https://rumahukm.com/blog/2020/02/07/micin-generasi-millennial/


Founder Startup Pasti Punya 5 Sifat Ini


•
July 7, 2021
•
StartUp
•
No Comments

Founder Startup Pasti Punya 5 Sifat Ini Penulis : Nada H.S Editor : Budi Pranoto Ilustrator : Apri Kinos Berbicara mengenai startup …


Elemen Penting Dalam Pembuatan Startup


•
July 6, 2021
•
StartUp
•
No Comments

Elemen Penting Dalam Pembuatan Startup Oleh: Bahesty Zahra Illustrator : Apri Kinos Kini dunia sudah memasuki era dimana generasi milenial dan z …


Mau Bikin Startup? Ini 3 Kunci Sukses yang WAJIB Pendiri Startup Punya!


•
July 5, 2021
•
General, StartUp
•
No Comments

Mau Bikin Startup? Ini 3 Kunci Sukses yang WAJIB Pendiri Startup Punya! Penulis: Rensy A Editor : Budi Pranoto Illustrator : Apri …


BELAJAR DARI SASA, MENEMUKAN SOLUSI DENGAN BERTRANSFORMASI


•
July 4, 2021
•
General
•
No Comments

BELAJAR DARI SASA, MENEMUKAN SOLUSI DENGAN BERTRANSFORMASI Penulis : Budi Pranoto Illustrator : Apri Kinos   “Kita hanya dipinjami beberapa waktu oleh …

Related Posts

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *