
Pada tanggal 26 Agustus 2024, Chief Executive Officer (CEO) dari StepNesia diminta untuk menjadi pembicara oleh Pusat Kewirausahaan Nanokimia di Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Gadjah Mada (UGM). Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi berbagai kegiatan hilirisasi riset nanoteknologi menjadi produk yang bernilai ekonomis.
Mahasiswa memiliki peran vital dalam pengembangan kegiatan wirausaha berbasis nanokimia. Untuk meningkatkan semangat wirausaha mahasiswa, maka perlu adanya kesempatan berdiskusi dengan pelaku wirausaha tentang bagaimana mengembangkan jiwa wirausaha, serta potensi dan tantangan dalam berwirausaha, khususnya di bidang nanokimia.
Mereka juga perlu belajar lebih banyak tentang potensi pasar terkait produk dan teknologi nanokimia melalui berbagai informasi dan pengalaman dalam Focus Groud Discussion (FGD), yang dapat merangsang kreativitas dan inovasi, saling berbagi ide serta bersama-sama mengembangkan konsep-konsep baru untuk startup berbasis nanokimia. Kegiatan ini diharapkan membangun kreativitas dan keterampilan inovasi pada mahasiswa serta mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang sukses di bidang nanokimia.
Hal ini sejalan dengan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan kebijakan pemerintah, dengan tujuan untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kebijakan ini, khususnya terkait Kewirausahaan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah keterampilan wirausaha dan mengembangkan ide bisnis. Disamping bidang akademik, tidak sedikit mahasiswa yang tertarik untuk berkecimpung di bidang wirausaha.

Pemaparan materi yang diberikan Dhafi adalah terkait strategi pengembangan jiwa wirausaha mahasiswa serta Strategi merumuskan dan mengembangkan ide bisnis. Hal ini juga dilanjutkan dengan Workshop penyusunan ide bisnis. Pembicara lainnya adalah Ardhi Setyo Putranto, S.TP., M.M yang memberkan materi tentang strategi pengembangan ekosistem wirausaha melalui Pusat Kewirausahaan Nanokimia dan optimalisasi peran Program Studi Kimia untuk meningkatkan jumlah dan kualitas kegiatan wirausaha di Program Studi Kimia.

Setelah mengikuti workshop mahasiswa (baik kelompok maupun perseorangan) diminta untuk membuat proposal ide bisnis berdasarkan ide bisnis yang telah dirumuskan sebelumnya, dimana Tiga proposal ide bisnis terbaik akan diberikan bantuan pendanaan oleh Program Studi Sarjana Kimia.
Oleh karena itu, untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan diri sebagai calon entrepreneur, maka diperlukan dukungan melalui Hibah Kompetisi Wirausaha. Mereka diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi kewirausahaan, memperluas jaringan, dan mendapatkan dukungan modal usaha.

Dalam workshop ini, mahasiswa, baik secara individu maupun dalam kelompok, diarahkan untuk merancang proposal bisnis yang inovatif, berlandaskan ide-ide yang telah mereka konseptualisasikan sebelumnya. Tiga proposal terpilih akan mendapatkan kesempatan emas untuk dibiayai oleh Program Studi Sarjana Kimia, sebuah langkah yang dapat memberikan dorongan signifikan bagi para calon wirausahawan. Untuk mendukung mahasiswa dalam perjalanan mereka menjadi entrepreneur yang sukses, Hibah Kompetisi Wirausaha disediakan sebagai sumber daya yang dapat membantu mereka mengembangkan potensi kewirausahaan, memperluas jaringan profesional, dan mendapatkan modal usaha yang sangat dibutuhkan.
Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kemajuan wirausaha di kalangan mahasiswa, serta memperkaya ekosistem kewirausahaan dengan inovasi dan kreativitas.


0 Komentar